Jumat, 09 Oktober 2015

STATISTIKA
Statistika, apa itu statistika? Dalam pendefinisiannya menurut kamus besar bahasa Indonesia statistika /sta·tis·ti·ka/  ialah :
§  ilmu tentang cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari kete-rangan yg berarti dari data yg berupa angka
§  pengetahuan yg berhubungan dng pengumpulan data, penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti, berupa catatan bilangan (angka-angka)

A.  Sejarah Perkembangan Statistika
Dalam perkembangannya statistika berawal sebagai ilmu untuk mengumpulkan angka (angka) Pada abad 17 statistika deskriptif mulai berkembang, begitu juga ilmu peluang yang awalnya dilahirkan dari meja judi sudah mulai muncul . Ilmu peluang ini melandasi berkembangnya statistika induktif yang terjadi pada pertukaran abad 19 dan 20 dengan Karl Pearson sebagai pelopornya. Statistika induktif berkembang pesat setelah R. A. Fisher memperkenalkan metode Maximum Likelihood pada tahun1922. Dengan adanya perkembangan teknologi komputer, metode eksplorasi data dan bootstrapmulai berkembang pada tahun 1970. Metode ini sebagai awal dari analisis data tanpa model peluang yang populer dengan data driven. Seiring dengan perkembangan statistika induktif,statistika mulai diterapkan pada berbagai bidang seperti ekonomi, industri, pertanian, sosiologi, psikologi, dan lain-lain.Di bidang ekonomi aplikasi statistika pada ekonometrika, sedangkan dibidang industri aplikasi yang sangat terkenal adalah metode Quality Control dan metode Six-Sigma.Pada abad 21 diperkirakan metode data mining akan banyak digunakan dalam bidangterapan.
         
B.  Konsep Dasar Statistika
Terdapat bermacam-macam teknik statistik yang digunakan dalam penelitian khususnya dlam pengujian hipotesis. Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.
Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.
Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.
Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematika untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.

C.  Penerapan dan peranan Statistitak dalam kehidupan
Penerapan statistik telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut antara lain urusan biaya pendidikan, belanja keluarga, urusan belanja negara yang melibatkan ratusan anggota MPR seringkali diselesaikan dengan bantuan angka-angka statistik. Walaupun demikian statistik dapat membuat fakta tampak berbeda, apabila disusun dengan cara yang keliru, jumlah sampel tidak memadai ataupun keduanya.
D.  Perbedaan Matematika dengan Statistika
Matematika dengan statistika kerap disebut serupa tapi tak sama mengapa demikian? Kembali ke pengertian statistika yaitu statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Disini perlu digaris bawahi kata data dimana statistika berkutat dalam persoalan pengumpulan data dan alatnya adalah matematika itu sendiri, matematika berhubungan dengan simbol dan logika begitu pula dengan statistika.
Statistika dan matematika mempunyai bahasa yang sama pula berupa simbol dan logika , walaupun fokus objek pembelajarannya berbeda yang mana statistika lebih terkonsentrasi dalam pengumpulan, perencanaan, menganalisis, dan mempresentasikan data. Di beberapa perguruan tinggi pun program studi statistika terpisah dengan matematika seperti di UGM dan IPB.

E.  Materi dalam Statistika
Berikut pengelompokan secara garis besar materi-materi yang ada pada statistika.
§  Ukuran Keragaman
§  Presentile
§  Desile
§  Quintile
§  Quartile
§  Modus
§  Median

F.   Kesimpulan

Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengumpulan data, mencakup bidang yang luas seperti penerapannya pada sensus penduduk dan sebagai alat untuk pengambilan hipotesis. Matematika dan statistika terlihat serupa karena dalam pengunaannya statistika menggunakan bahasa yang sama dengan matematika yaitu simbol dan logika, sedangkan objek pembelajaran keduanya tidaklah sama statistika sekali lagi digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan alat. Apa itu alatnya? Alatnya ialah matematika itu sendiri jadi statistika mempunyai fokus tersendiri ketimbang matematika.


Sumber :
  • http://www.academia.edu/3316674/Sejarah_Perkembangan_Statistika_dan_Aplikasinya
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
  • https://ariaturns.wordpress.com/2010/11/04/matematika-dan-statistika-serupa-tapi-tak-sama/
  • http://materi-statistik.blogspot.co.id

Sabtu, 17 Januari 2015



Apakah Indonesia mampu mencapai masyarakat yang madani?

          Dikesempatan kali ini saya mencoba untuk membuat tulisan mengenai pertanyaan besar diatas, ya apakah negara tercinta kita ini mampu mencapai suatu tatanan masyarakat yang madani ? ini pendapat saya selamat membaca.

          Pertama-tama apa sih masyarakat madani itu? Masyarakat madani atau bisa disebut civic society berasal dari kata madinah yang merupakan kota tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan madinah sendiri berasal dari kata “madaniyah” yang berarti peradaban, jadi masyarakat madani sama artinya dengan masyarakat yang beradab. Masyarakat madani adalah sebuah tatanan masyarakat sipil yang mandiri dan demokratis, terlahir dari proses penyemaian demokrasi itu sendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tinggi norma, nilai-nilai, dan hukum yang ditopang oleh penguasaan teknologi yang beradab, iman dan ilmu.

          Melihat dari pengertian diatas saya rasa bukanlah tidak mungkin kita dapat mencapai masyarakat yang madani walaupun banyak poin-poin yang belum tercapai tetapi seiring berjalannya waktu masyarakat kita mulai mencapai poin demi poin seperti:

  • ·        mempunyai peradaban yang tinggi (beradab) yang mana bisa dilihat dari gaya hidup sehari-hari masyarakat kita cenderung mengikuti perkembangan jaman demi lancarnya aktifitas sehari-hari.

  • ·        Free public sphere (ruang publik yang bebas) saya rasa di Indonesia hal ini sudah bisa dicapai dibanding tahun-tahun sebelum era reformasi, ruang publik diartikan dimana kita sebagai warga negara mempunyai akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, bebas berpendapat, mempublikasikan pendapat kita dan berserikat.


Beberapa poin diatas memang sudah berhasil kita capai akan tetapi masih banyak pula poin-poin yg belum sepenuhnya kita capai seperti sikap toleransi yang mana masih banyak konflik yang timbul karena perbedaan pendapat, agama, RAS melihat sangat beragam budaya di tanah air tercinta kita ini mungkin membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatukan kita dalam bhineka tunggal ika. Ada pula “keadilan sosial” yang masih sangat dipertanyakan oleh banyak warga negara kita apakah hukum yang ada di negeri ini mampu menegakkan “keadilan sosial” setegak-tegaknya melihat dari banyaknya kasus yang dinilai kurang adil penyelesaiannya.

Sekiranya sekian pendapat saya mengenai permasalahan diatas, kurang lebihnya mohon dikoreksi segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.