Jumat, 22 Januari 2016

Resume Seminar “Bidik Jurnalistik” Jan, 22 2016

Seminar “Bidik Jurnalistik” telah diselenggarakan oleh unit kegiatan mahasiswa SNAP fotografi Universitas Gunadarma pada tanggal 21 januari 2016 bertempat di ruang D462, kampus D, Universitas Gunadarma.

Hadir pula bapak Beawiharta seorang fotografer media masa profesional selaku pembicara pada seminar yang bertemakan jurnalistik kali ini, acara dibuka dengan penyanyian lagu Indonesia Raya oleh kawan kawan dari Choir Swara Dharma Gita Universitas Gunadarma dan
 kata sambutan diberikan oleh ketua SNAP Universitas Gunadarma Aryo.

Penyelenggaraan seminar dilatarbelakangi oleh betapa berpengaruhnya foto terutama foto jurnalistik terhadap kehidupan saat ini, dewasa ini generasi muda masih kurang memahami seberapa besar kekuatan dari sebuah foto. Bapak Beawiharta menekankan teknik bukanlah syarat terpenting  dalam fotografi jurnalistik melainkan unsur yang terkandung dalam foto itulah yang menjadi penting, bagaimana caranya agar foto benar - benar mengabadikan momen dan sekaligus menggambarkan momen serta atmosfir yang terjadi saat itu.

Disaat seminar berlangsung bapak Beawiharta membagi diskusi menjadi beberapa sesi, sesi yang pertama yaitu “Power of Photography” kekuatan dari sebuah foto dan disebutkan bahwa foto adalah bahasa. Dalam fotografi jurnalistik cara untuk mengukur foto itu berhasil atau tidak adalah dengan cara kita dapat menghidupkan momen dari foto yang kita ambil, disaat seorang fotografer dapat mengabadikan momen yang belum pernah diabadikan oleh siapapun dan hasil foto tersebut dapat menggambarkan pesan dan momen yang terjadi saat itu maka foto tersebut akan menjadi foto viral, sebagai contoh foto teroris yang meneror kawasan thamrin beberapa minggu kemarin menjadi foto viral karena belum ada yang mengabadikan sosok langsung dari teroris tersebut.

Sesi yang kedua adalah “Social Media is Photography” bahwa media sosial erat kaitannya dengan fotografi, bapak Beawiharta mengambil contoh media sosial instagram yang ramai digandrungi saat ini. Foto viral penyebaran terluasnya terjadi di media sosial mengutip contoh dari salah satu foto yang dipamerkan saat itu yaitu sebuah foto jembatan yang sudah hampir putus dan miring dilewati oleh beberapa pelajar sd dan smp, foto ini menjadi viral karena lokasi dari jembatan itu tidak jauh dari ibu kota tetapi banyak masyarakat yang belum tau bahwa masih ada pelajar yang harus bertaruh dengan maut melewati jembatan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tidak lama dari foto tersebut dirilis jembatan tersebut diperbaiki mendapat dana dari beberapa masyarakat yang prihatin dan tentunya pemerintah daerah setempat, betapa hebatnya pengaruh dari sebuah foto sehingga menimbulkan perubahan yang sedemikian masiv

Bapak Beawiharta berkali – kali menekankan kembali bahwa foto adalah bahasa layaknya bahasa verbal, foto juga memiliki tiga kriteria penyampaian yaitu subjek, predikat , dan objek. jika dalam foto sudah mengandung ketiga kriteria tersebut maka foto tersebut dapat dikategorikan sebagai foto jurnalistik, foto dapat bercerita tentang apa saja baik itu manusia, alam dan sekitarnya.


Pada akhir sesi seminar Bapak Beawiharta menyampaikan pesan kepada rekan rekan mahasiswa bahwa pada saat nanti kita akan menjalani suatu pekerjaan dalam hidup kita pilihlah bidang yang kita sukai karena apabila kita menjalani hidup dengan hal – hal yang kita senangi dan kita bahagia karena itu, itulah yang menjadikan kita manusia seutuhnya.