Nama: Ikhsan Caesario Harsono
Kelas: 3KB01
NPM: 25114143
Apa itu Metode
Prototyping?
Apabila diartikan secara
harafiah, maka metode prototyping berarti sebuah metode yang digunakan untuk
mengembangkan sebuah sistem yang menggunakan prototype. Prototype bisa
dikatakan sebagai contoh desain dan juga contoh sistem yang sudah jadi, namun
belum berfungsi secara sempurna. Prototype akan memberikan secara garis besar
bagaimana sebuah sistem dapat bekerja, dan kebanyakan sistem yang menjadi
prototype belumlah menjadi sebuah sistem yang sempurna untuk dijalankan.
Prototyping perangkat
lunak
Prototyping perangkat lunak
(software prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle
using prototyping) adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan
pada konsep model bekerja (working model).
Tujuannya adalah mengembangkan model menjadi sistem final. Artinya
sistem akan dikembangkan lebih cepat daripada metode tradisional dan biayanya
menjadi lebih rendah.
Kelebihan Metode
Prototyping
Dapat menjalin komunikasi yang
baik antar user dan pengembang sistem Setiap perbaikan yang dilakukan pada
prototype merupakan hasil masukan dari user yang akan menggunakan sistem tersebut,
sehingga lebih reliabel User akan memberikan masukan terhadap sistem sesuai
dengan kemauannya Menghemat waktu dalam mengembangkan sebuah sistem Menghemat
biaya, terutama pada bagian analisa, karena hanya mencatat poin – point penting
saja Cocok digunakan pada sebuah sistem kecil, yang digunakan pada ruang
lingkup tertentu, seperti sistem di dalam sebuah kantor Penerapan dari sistem
yang menjadi lebih mudah untuk dilakukan
Kekurangan Metode Prototyping
Untuk menghemat waktu, biasanya
pengembang hanya menggunakan bahasa pemrograman sederhana, yang mungkin rentan
dari segi keamanannya Tidak cocok untuk
diimplementasikan pada sebuah sistem yang sangat besar dan global, seperti
sistem operasi komputer.
Pengimplementasian
Sistem Menggunakan Metode Prototyping
Metode prototyping dalam
pengembangan sistem cocok untuk digunakan pada sistem yang ingin cepat
diselesaikan, dan biasanya berskala kecil, dengan fungsi yang tidak besar.
Contoh dari implementasi metode ini adalah pembuatan game quiz yang berisikan
banyak pertanyaan untuk user.
Pengembang akan memberikan
prototype dari game quiz yang akan dikembangkan, lalu user akan menentukan
kekurangan dari game quiz yang menjadi prototype, dan kemudian pengembang akan
melakukan perbaikan hingga game tersebut bisa dimainkan oleh semua user, tanpa
ada kendala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar